Ya Allah Aku Lelah – BAKTI NUSA

Ya Allah Aku Lelah

Barangkali

Pada sebuah titik dalam setiap hidup manusia akan dihadapkan pada sudut pandang yang kompleks. Artinya pada suatu titik loncat tertentu manusia memiliki pola yang rumit, dan abstrak. Setiap satu individu dengan yang lainya memiliki ciri khas tersendiri dalam menyikapi suatu hal yang terjadi di alam semesta ini, kejadian yang terjadi boleh jadi sama, waktu nya juga mungkin tidak berbeda yang membedakan mungkin hanya satu, kelapangan hati

Barangkali

Berbicara mengenai kelapangan hati merupakan hal yang cukup mudah jika di terjemahkan secara harfiah. Namun secara realitas, cukup sulit bukan bersahabat pada hal-hal yang tidak kita inginkan keberadaanya? Maksudku seperti bersahabat dengan masalah, merayakan kegagalan, mencintai kecewa bahkan prihal lelah.

Lelah dan Organisasi

Organasi adalah barang yang hidup, dinamis dan cepat berubah. Mirip dengan organ. Ada dua kemungkinan di dalamnya. Bertumbuh dan menumbuh kembangkan menjadi semakin rindang atau malah mati sama sekali. Sayang sekali dalam proses bertumbuh, organisasi itu tidak pernah menjanjikan kemudahan dalam prosesnya.

Konteks berorganisasi yang mengharuskan kita berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda latar belakang membuat kita harus sadar satu hal. Bahwa setiap orang punya kadar tersendiri dalam sudut pandangnya. Dalam berbuat baik sekalipun terkadang masih ada yang menghujat, tidak suka bahkan menggunjingmu. Apakah itu berarti kamu benar benar tidak baik? Bukan. Sama sekali bukan. Ini hanya semacam perbedaan intepretasi saja. Setiap orang punya indikator kebaikan yang berbeda. Artinya baik menurutku belum tentu baik menurutmu. Hal ini berlaku pula pada sebaliknya, ketidak baikan

Hal lain yang lumrah terjadi adalah berharap pada penilaian manusia dan berusaha membuat semua orang mencintai apa yang kamu kerjakan.  Itu mirip sekali dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Kamu paham kan maksudku?

Organisasi itu memiliki sifat untuk menumbuhkan, namun ternyata  tidak ada perunbahan ketika mengikuti organisasi, coba periksa hati. Jangan jangan ada noktah hitam disana? Jangan-jangan ada niat yang tidak selaras dan yang terpenting jangan-jangan kita hanya meminta ditumbuhkan saja selama ini, hingga lupa untuk mencari unsur hara dan hanya terus meminta dipupuk. Organisasi adalah semacam kata yang melelahkan, banyak yang mungkin tidak menerima apa yang kita kemukakan. Opini Kita akan lebih sering diinjak, argumen kita dipatahkan begitu saja, gagasan kita ditolak bahkan dicemooh, atau mungkin disana seolah olah kita tidak mendapat apapun. Namun, Berusahalah untuk tumbuh sendiri. Jadilah pribadi yang tidak menggantungkan diri pada manusia.

Bertumbuh  bersama

Barangkali hal-hal itu yang membuatmu lelah bahkan hampir menyerah. Namun ingat Ini bukan tentang aku, atau kamu, ini tentang kita. Nanti, Organisasi akan banyak menyita waktu. Dan itu benar. Organisasi akan menyita waktu tidurmu dan itu benar. Bahkan Organisasi akan sering  memuatmu kecewa, menangis sendirian, merasa tidak dibutuhkan, memaksamu bekerja sendirian, dan mungkin menuntutmu untuk mengerjakan tugas tugas yang seperti bualan. Namun satu hal, jangan pernah meninggalkan lingkaran kebaikan ini, karena mungkin kamu dihadirkan Tuhan disana untuk memperbaikinya untuk tumbuh dan menumbuhkan bersama orang orang di dalamnya

“Tapi aku lelah”

Memang, namun satu hal, bagaimana kamu akan tahu bahwa ternyata lelah itu menguatkan tanpa kamu merasakanya? Tugasmu adalah bertahan dalam lingkaran kebaikan itu, dan buatlah lelah lelah itu kelelahan dalam melelahkanmu. Tenang saja aku dan kamu sama-sama punya Tuhan yang tidak pernah main-main dengan doa hambaNya

 

– Yonatan Y. Anggara, Baktinusa 9 Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar