madunesia.id – BAKTI NUSA

madunesia.id

Dalam sebuah studi seorang sosiolog yang bernama David Mc Cleiland menyebutkan bahwa suatu negara membutuhkan setidaknya 2% wirausaha dari total populasi penduduknya untuk mendukung kemajuan dan akslerasi pembangunan ekonomi negaranya. Jika membuka data proporsi wirausaha Indonesia saat ini diperkirakan baru berada pada angka 0,24 % dari total populasi penduduk dan patut disadari jumlah ini masih jauh dari kata proporsional. Memakai konsep dari David Mc Cleiland dapat ditafsirkan bahwa untuk masuk jajaran kekuatan ekonomi negara yang berkemajuan maka Indonesia membutuhkan setidaknya 5,36 juta wirausaha produktif.

Beralih pada sektor wirausaha sosial sebuah studi  penelitian dari The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) bekerjasama dengan British Council menyampaikan profil usaha sosial di Indonesia, diperkirakan baru mencapai sekitar 340 ribu kewirausahaan sosial dengan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 1,9% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Meskipun persentasenya relatif masih kecil, kewirausahaan sosial memiliki kelebihan karena menawarkan sarana-sarana inklusif yang dapat mendorong kemandirian secara finansial dan mendukung proses pembangunan di Indonesia.

Kewirausahaan sosial adalah salah satu aspek kunci pemberdayaan  masyarakat dibidang  ekonomi, kewirausahaan sosial mampu mendorong masyarakat untuk  lebih partisipatif, inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan peluang bisnis dengan ikatan budaya yang kuat pada  lokalitasnya meskipun kadangkala mereka bukan warga asli setempat. Bahkan, kewirausahaan sosial dapat mendorong munculnya gerakan sosial ekonomi lokal yang progresif.

Sebagai generasi millenial kita merupakan generasi paling cepat belajar dan beradaptasi terhadap hampir segala bentuk inovasi teknologi digital hal ini sangat dibutuhkan karena saat ini kita telah memasuki era teknologi industri 4.0 dengan peluang yang semakin tebuka lebar sekaligus diiringi dengan tantangan yang semakin kompleks. Maka kita perlu terus  meningkatkan kapasitas dan profil diri agar semakin mandiri untuk menjadi pebisnis sosial. Bonus demografi, pertumbuhan teknologi informasi, dan menguatnya kesadaran pemuda untuk mengambil tanggung jawab sosial sebagai wirausaha sosial akan mampu menjadikan kita para pemuda  untuk melakukan sesuatu percepatan yang akseleratif dan inovatif.

Dengan keyakinan yang kuat saya yakin dan percaya bahwa lahir dan tumbuh kembangnya wirausaha sosial bisa menjadi langkah yang solutif untuk peningkatan produktivitas pemuda dan percepatan pertumbuhan ekonomi sosial bangsa. Hal ini dapat menjadi solusi menyelesaikan ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Turut serta membangun kesadaran kolektif dan berperan menjadi wirausaha sosial Indonesia, selalu memupuk  semangat dan mentalitas yang mendorong lahirnya wirausaha sosial yang berjiwa altruism sejati. Sebagai ikhtiar menuju Indonesia emas 2045 dan bersiap dengan momentum besar dimana pemuda hari ini dapat ,menyaksikan hasil gerakan kolektif kewirausahaan sosial yang kolaboratif yang berdampak  nyata bagi kehidupan bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar