Tiga Cara Manajemen Diri – BAKTI NUSA

Tiga Cara Manajemen Diri

Tiga Cara Manajemen Diri

Simon Sinek pada TED Talks – 2009.

Membahas tentang bagaimana pola pikir, metode atau pandangan tentang bagaimana dunia bekerja dengan lebih pragmatis oleh Simon Sinek saat pembicaraan di TED Talks.–diawal pembicaraannya, dia memulai kalimat pembicaraan dengan beberapa pertanyaan ke audiens dan menjelaskan berberapa pemikirannya.

“bagaimana anda menjelasakan  saat orang lain bisa meraih sesuatu yang tampak bertentangan dengan semua asumsi? Contohnya: mengapa apple sangat inovatif dari tahun ke tahun, padahal mereka hanya sebuah perusahaan komputer. Mereka seperti perusahaan lainnya mereka memiliki akses yang sama untuk talenta yang sama, peragenan yang sama, konsultan yang sama, dan media yang sama. Lalu, mengapa mereka tampak berbeda??

Mengapa Martin Luther King memimpin gerakan hak – hak sipil? Dia bukan satu – satunya orang yang menderita sebelum hak – hak sipil ditegakkan di Amerika. Dan tentunya dia bukanlah satu – satunya Orator hebat pada masanya. Mengapa dia??

Dan mengapa Wright Brothers yang mampu membuat penerbangan berawak yang bisa dikendalikan, disaat ada tim lainnya dengan kemampuan dan dana yang lebih baik tapi malah tidak berhasil membuatnya, mereka dikalahkan oleh Wright Brothers. Ada suatu hal yang berperan disini.

Sekita 3.5 tahun yang lalu saya membuat sebuah penemuan, dan penemuan ini mengubah pandangan saya tentang bagaimana dunia bekerja. Ternyata ada sebuah pola, yaitu bahwa semua pemimpin besar dan inspiratif dan organisasi – organisasi besar di dunia, baik itu Apple atau Martin Luther King ataupun Wright Brothers, mereka semua berpikir, bertindak dan berkomunikasi dengan cara yang sama. Dan hal ini sama sekali bertolak belakang dengan orang – orang lainnya.

Dan ini mungkin adalah ide paling sederhana di dunia. Saya menyebutnya Golden Circle – Why? How? What?

Golden-Circle.png

Ide kecil ini menjelaskan mengapa beberapa organisasi dan pemimpin mampu menjadi inspiratif, sedangakan yang lain tidak. Saya akan menjelaskan secara singkat, setiap orang setiap organisasi di planet ini tahu apa yang mereka lakukan 100%. Beberapa diantaranya tahu bagaimana merekan mengerjakannya, baik disebut dalil pembedaan nilai atau proses kepemilikan, atau nilai jual unik anda. Namun, sangat sedikit sekali orang atau organisasi yang tahu mengapa mereka mengerjakan hal itu?.

Dan “mengapa” yang saya maksud bukanlah “untuk mendapatkan untung.” Itu adalah hasil. Selalu demikian. “mengapa” yang saya maksud adalah : apa tujuan anda? Apa alasan anda? Apa keyakinan anda?, mengapa organisasi anda ada? Mengapa anda bangun pagi? Dan mengapa orang lain sebaiknya peduli?. Sebagai hasilnya, cara kita berpikir, bertindak, berkomunikasi adalah dari luar kedalam.

Begitulah cara kita mengatur diri kita sendiri dalam setiap langkah kehidupan. Kita harus memiliki Strong Why, karena jika kita dalam setiap langkah tidak tahu kenapa kita harus melakukam hal tersebut kita akan kehilangan arah ketika sudah menjalaninya. bahkan tidak akan melanjutkan karena tidak adanya alasan untuk memperjuangkannya. (Zorozed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar