Prinsip Dasar Kepemimpinan – BAKTI NUSA

Prinsip Dasar Kepemimpinan

Tulisan ini akan membahas mengenai prinsip dasar dari kekepemimpinan yang harus dipahami kembali oleh setiap kita. Mengapa demikian ? Apakah benar kalau kita ini bukan pemimpin ? Tidak!, kata Rasulullullaah “kullukum ro’in, wakullukum mas ulun ‘aro’iyyatihi“, artinya setiap kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Berdasarkan hadis tersebut apapun yang menjadi tanggung jawab kita adalah bawahan dan kita pemimpinnya supaya dapat memegang dengan sebaik-baiknya. Jadi kepemimpinan tidak hanya tentang mendapatkan posisi. Akan tetapi kemimpinan berkaitan dengan diri sendiri untuk bisa dikontrol apapun yang berkaitan dengan tanggung jawab kita.

 

Syarat menjadi pemimpin ada tiga yakni:
1. Harus memiliki pengetahuan yang memadai, yakni ditempuh melalui pendidikan. Dimana dalam pengetahuan tersebut kita harus expert atau ahli dalam ilmu pengetahuan yang ditekuni.
Terutama kita mahasiswa sebagai insan akademis harus benar-benar menekuni keilmuan yang kita memiliki. Sehingga kedepan apa pengetahuan yang kita miliki dapat bermanfaat bagi masyarakat.
2. Harus memiliki kemampuan mengeksplorasi diri untuk mencermati diri dan kemudian dapat mengakslerasi potensi diri. Diasah dari pengalaman utk mengeluarkan skill/potensi diri. Bisa dimulai dengan berorganisasi atau mengikuti komunitas yang sesuai dengan passion dan kemampuan kita, disana kita benar-benar mengambil peran dan kontribusi sebaik-baiknya untuk melatih skill yang kita miliki sehingga matang menjadi karakter.
3. Harus memiliki prinsip, dan kokoh terhadap prinsip.

 

Setidaknya tiga hal prinsip yang harus dimiliki setiap pemimpin:

1. Prinsip baik yang menjadi teladan yang dipimpinnya.
2. Prinsip keberanian untuk berani bertanggung jawab.
3. Prinsip mengayomi untuk selalu memberi motivasi.

 

Bagi para pemimpin tiga hal ini yang harus dipahami untuk menuju perubahan yang berdampak pada peradaban ;

1. Berubah dimulai dari diri kita sendiri. Mengelola waktu dan agenda sendiri secara mandiri. Jika diri sendiri mau berubah, maka akan dapat mengubah hal lainnya.

2. Berubah dimulai dari hal kecil, seperti pola pikir dan keyakinan untuk berubah dan mengubah orang lain.

3. Dimulai dri sekarang, menunda sesuatu akan menyulitkan perubahan tersebut. Bagaimana bisa mengubah sesuatu jika kita tdk mampu menjaga komitmen.

 

Kelemahan kita bukan pada pengetahuan, kemampuan, dan prinsip, akan tetapi pada komitmen. Ini yg membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa maju seperti bangsa-bangsa Eropa.

 

InsyaAllah itu yang bisa saya share, terima kasih :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar