Marching for Boundary – BAKTI NUSA
Marching for Boundary

Marching for Boundary

  • :

Latar belakang

Dewasa ini kita selalu dihadapkan dengan sebuah pernyataan dan kenyataan, bahwa bangsa ini sedang menghadapi krisis Multi Dimensional. Begitu parah krisis yang dihadapi, sehingga susah mengambil benang merahnya sisi mana yang lebih dominan dan mana yang harus didahulukan, bahkan belum ditemukan solusi yang jitu dalam penyelesaiannya, akhirnya bangsa ini tidak jelas jati dirinya di mata dunia.

Padahal kalau kita berkaca kepada krisis yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW pada masanya, justru dengan mudah beliau menyelesaikannya, nyaris penyelesaiannya tanpa kekerasan dan pemaksaan, justru hanya dengan penerapan akhlakul karimah sebagai andalannya. Strategi yang dilakukan oleh Rasulullah, sesuai dengan sabdanya ‘Ibda’ Binafsik yang artinya “Mulailah dari diri anda”.

Melihat akan keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam mengatasi krisis Multi dimensial, sudah saatnya kita menteladaninya karena beliau adalah contoh teladan terbaik dan tipologi ideal paling prima. Hal ini digambarkan oleh al-Quran surat Al-Ahzab, 33: 21 yang berbunyi:

“Sesunggunya pada diri Rasulullah saw. terdapat contoh tauladan bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan Hari Akhirat serta banyak berzikir kepada Allah.”

Oleh karena itu, BAKTI NUSA sebagai program pengembangan kepemimpinan memandang perlu untuk menyediakan sarana penguatan kepada calon pemimpin bangsa ini agar  mempraktikkan kepemimpinan tauladan tersebut. BAKTI NUSA ingin menanamkan kepada mereka bahwa dalam menyelesaikan persoalan bangsa tidak hanya berkutat dalam wacana dan retorika, namun juga memberikan tauladan kepada masyarakat sekitar seperti halnya Nabi Muhammad SAW.

Dengan adanya Marching for Boundary ini, peserta diharapkan siap untuk menjadi pemimpin masyarakat, yang dekat dan dicintai masyarakat. Selain itu juga agar mengokohkan aspek kualitas kepemimpinan mereka dan terbiasa untuk berfikir strategis, berperan aktif dan memberikan pelayanan terbaik di tengah-tengah masyarakat.

 

Tujuan program

  1. Meneguhkan komitmen penerima manfaat program pengembangan kepemimpinan untuk menjadi pemimpin masyarakat
  2. Mengokohkan aspek integritas, cendikia, transformatif dan melayani dalam diri penerima manfaat program pengembangan kepemimpinan baktinusa
  3. Membiasakan penerima manfaat berfikir strategis, berperan aktif dan memberikan pelayanan terbaik di tengah-tengah masyarakat

 

Target program

Penerima manfaat program memiliki keyakinan dan komitmen yang kuat untuk menjadi pemimpin masyarakat

 

Daerah Penempatan

  • Indragiri Hulu – Riau
  • Manggarai Barat – NTT
  • Kapuas Hulu – Kalimantan Barat
  • Muratara – Sumatera Selatan
  • Malaka – NTT
  • Jeneponto-Sulawesi Selatan
  • Bantarwaruh-Serang, Banten
  • Entikong-Pontianak, Kalimantan Barat
Skip to toolbar