Tahu Budaya Luar? Pentingkah? – BAKTI NUSA

Tahu Budaya Luar? Pentingkah?

Sebelum kita membahas lanjut tentang penting atau tidaknya kita mengetahui budaya luar, alangkah lebih baik terlebih dahulu kita kupas apa sih budaya itu ? Beberapa ahli tentunya memiliki perspektif berbeda mengenai budaya, misalnya menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia) mengutarakan bahwa “Budaya merupakan hasil dari perjuangan masyarakat pada alam serta zaman yang memberikan bukti kemakmuran dan kejayaan hidup. Sedangkan menurut Koentjaningrat (Bapak Antropologi Indonesia) “Budaya adalah sistem ide, gagasan, rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang nantinya akan dijadikan klaim manusia dengan cara belajar”. Pesrpektif lainnya datang dari Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri Indonesia ketiga) yang memandang “Budaya sebagai persatuan dari istilah budi dan daya agar menjadi makna satu jiwa yang tidak dapat dipisahkan”.

Selanjutnya, yang sama-sama kita pahami bahwa budaya merupakan suatu yang lahir dan berkembang didalam sekelompok orang berdasarkan budi dan akal manusia yang mengatur mengenai tata cara hidup di sekelompok tersebut dan terus menurun dari generasi ke generasi. Budaya bisa memiliki banyak unsur didalamya, tergantung sifat kebudayaan yang dibawa dari sekelompok orang tersebut. Bisa saja mengenai agama, kepercayaan, adat istiadat, pakaian, bangunan, karya seni, dan lain sebagainya yang harus dilestarikan oleh generasi penerusnya agar tetap terjaga unsur budaya di sekelompok orang tersebut.

Indonesia, seperti yang kita ketahui menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan budaya yang melimpah. Memiliki kurang lebih 34 Provinsi dan 1340 suku yang tersebar di seluruh pelosok nusantara yang tentunya budaya yang dilahirkan dari begitu banyak sekali, baik dari segi Bahasa, karya seni, bangunan, pakaian, dan lain sebagainya. Tentunya sebagai orang Indonesia kita harus bangga memiliki kekayaan budaya yang melimpah jauh melebihi dibandingkan dengan negara-negara lain.

Namun, yang menjadi hal yang patut diperhatikan sekarang ini, pemuda-pemuda millennial harapan penerus budaya yang ada di Indonesia bisa terbilang masih kurang peduli akan pentingnya pelestarian budaya. Masih banyak remaja millennial yang kurang peduli bahkan tidak tahu mengenai budaya dari daerahnya sendiri, padahal seharusnya mereka lahir dan besar dari budaya yang ada disekitarnya.

Faktor yang mempengaruhi bisa bermacam ragam, salah satu yang paling utama karena generasi milenial lahir dari pesatnya perkembangan teknologi, sehingga informasi-informasi dari luar dapat dengan mudah masuk ke kita tanpa adanya filtrasi terlebih dahulu. Hal ini menjadi faktor penentu individu kuat atau tidak dalam menyaring informasi yang masuk dari luar. Positifnya, generasi milenial kaya akan ilmu pengetahuan, namun negatifnya bisa saja kita terpengaruh dengan gaya hidup yang direpresentasikan oleh budaya luar yang menjadikan kita lupa akan budaya daerah yang harusnya kita lestarikan.

Nah, selanjutnya kita masuk ke inti tulisan. Kira-kira penting gak sih kita tahu budaya luar? Sedangkan budaya sendiri masih belum sepenuhnya kita ketahui dan dilestarikan. Budaya yang lahir dan berkembang disekitar kita harusnya sudah melekat dengan diri kita dan sudah menjadi suatu kewajiban kita untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan tersebut. Tidak dapat dipungkiri, dengan kemudahan akses informasi di era sekarang ini, mengakibatkan banyak budaya luar yang masuk di kita yang secara tidak langsung sedikit demi sedikit mengubah gaya hidup kita.

Tak sedikit kita lihat remaja-remaja milenial lebih mengagung-agungkan kehebatannya menggunakan pakaian khas luar, mengikuti gaya hidup luar,  berpenampilan yang bukan mencerminkan budaya sendiri, dan lebih tertarik menggunakan budaya luar tersebut dalam kehidupannya sehari-hari padahal budaya sendiri jarang untuk mereka tampilkan. Nah, disitulah sebuah perspektif yang salah ditanamkan dalam benak remaja milenial mengenai budaya, karena tak sedikit dari mereka yang jauh lebih mencintai budaya luar dibanding budaya sendiri.

Sepatutnya, kita sebagai masyarakat yang juga lahir dan dibesarkan di tanah air harus bisa menjadikan kekayaan budaya yang kita miliki mendunia, bukan malah sebaliknya untuk mengayakan budaya luar ke tanah air kita. Kita boleh saja tahu dan mempelajari kebudayaan luar, namun jangan sampai melebihi kecintaan kita akan budaya kita sendiri. Sebagai remaja milenial yang berdampak langsung dengan kehidupan pesatnya teknologi, kitalah yang harus mampu mengenalkan kebudayaan asli kita kepada dunia.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar