Menilik Labirin Chikungunya, Keluar dengan Sederhana (part 2) – BAKTI NUSA

Menilik Labirin Chikungunya, Keluar dengan Sederhana (part 2)

Hallo, masih ingat sama cerita tentang nyamak tempo hari? yap, kemarin masih part 1 atau pengenalannya, nah sekarang akan ada part 2-nya, check it out 🙂

Walaupun Chikungunya tidak mematikan namun gejala nyeri yang timbul apabila melakukan pekerjaan berat akan mengganggu aktivitas penderita, terlebih pada penderita laki-laki dewasa yang berkewajiban untuk mencari nafkah bagi keluarga dan wanita deasa yang berperan sebagai wannita karir maupun ibu rumah tangga. Tingkat kemandirian seseorang akan berkurang karena adanya penyakit ini, seperti untuk bersepeda menuju tempat kerja yang akan berdampak nyeri sendi sehingga penderita membutuhkan orang lain untuk mengantarnya ke tempat kerja, belum lagi pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan ditempat kerja serta pekerjaan rumah yang cukup kompleks. Untuk penderita anak-anak, nyeri sendi dan demam selama satu minggu akan menghambat pendidikan. Dampak jangka panjang yang mengarah ke kehidupan sehari-hari terkesan terabaikan oleh masyarakat, kebanyakan masih menganggap bahwa penyakit mematikanlah yang harus dihindari sebisa mungkin. Maka sosialisasi dan penyuluhan ke lapangan oleh Dinas Kesehatan mengenai penyakit Chikungunya selayaknya dilakukan secara teratur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini. Selain penyuluhan, kita dapat melakukan hal-hal sederhana yang mampu melindungi kita dari berbagai penyakit. Dimulai mempercayai diri sendiri untuk melalukan tindakan perlindungan diri walaupun dengan hal sederhana. Selalu membersihkan diri yaitu mandi minimal dua kali sehari dengan air bersih. Nyamuk tidak menyukai aroma wangi maka tata dekorasi rumah dengan bunga-bunga atapun wewangian parfum yang juga akan menambah keindahan rumah. Selain itu, mengacu pada penyebar virus yaitu genus Aedes yang serupa dengan Demam Berdarah Dengue maka pencegahan nyamuk dengan metode 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur) dapat diterapkan. Menutup tempat penyimpanan air diperlukan karena nyamuk Aedes berkembang biak di air yang jernih dan bersih. Pengurasan air yang dilakukan teratur akan meminimalisir adanya jentik-jentik nyamuk di permukaan air. Kemudian mengubur kaleng, botol, dan apapun yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sebagai negara agraris yang kaya akan flora, kita dapat menanam dan membudidayakan tanaman pengusir nyamuk yang indah, lavender. Memelihara ikan di tempat penyimpanan air juga efektif, kita tidak perlu memberi makan ikan tersebut karena ikan memakan jentik-jentik nyamuk dan lumut yang tumbuh. Masyarakat Indonesia yang cerdas memberikan ilmu kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa. Jadikan semboyan kebersihan sebagian dari iman untuk memotivasi tindakan dalam mencintai alam demi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Karena segala pencapaian yang hebat diawali dari satu langkah sederhana yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar