Menghidupkan dan Menjaga Spirit Ramadan bagi Aktivis Nusantara

Ramadhan adalah bulan mulia penuh berkah yang Allah spesialkan bagi kita umat Islam untuk memacu ibadah dan senantiasa memperbaiki diri.  Sebagai hamba yang sewajibnya untuk selalu berbenah, mari kita resapi lagi spirit Ramadhan untuk kita sampai pada berbenah yang benar-benar benah dan terarah.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 183)

Sesuai syari’at Islam bahwa di Bulan Ramadhan ini kita diwajibkan untuk melaksanakan puasa sebagaimana telah disyari’atkan kepada orang-orang sebelum kita untuk mencapai satu tujuan yang sama yaitu “Taqwa”. Lebih dari itu, Ramadhan menjadi bulan pembersih setelah pada 11 bulan lainnya kita terlalu terbiasa pada dosa-dosa dan kemaksiatan.

Dinamakan bulan Ramadhan karena ia mengugurkan/membakar dosa-dosa dengan amal shalih” [Tafsir Al-Qurthubi 2/291]

Allah melimpahkan rahmat-Nya sehingga pada bulan Ramadhan semangat untuk beribadah meningkat yang diiringi dengan meredanya hawa nafsu untuk berbuat kemaksiatan. Lalu apa spirit Ramadhan sejatinya?. Ramadhan membawa satu spirit besar yaitu spirit “Perubahan”. Bulan ini menjadi penempa bagi kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang berakhlak karimah.

Pribadi penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara dituntut untuk selalu menerapkan empat nilai utama Beasiswa Aktivis Nusantara, yaitu: Integritas, Cendekia, Transformatif dan Melayani. Ramadhan menjadi  momentum yang sangat pas untuk merefleksikan empat nilai tersebut, karena nilai-nilai tersebut sangat sesuai dengan spirit Ramadhan yang ada.

  1. Integritas

Integritas merujuk pada sifat kejujuran dan kebenaran pada tindakan seseorang. Ramadhan menjadi pendidikan kemanusiaan untuk mencetak diri yang berintegritas. Implementasinya seseorang dengan suka rela meninggalkan kenikmatan sementara demi patuh kepada syari’at agama, menahan diri dari segala hawa nafsu meski tanpa pengawasan manusia lain.

  1. Cendekia

Ramadhan tidak hanya menuntut umat Islam untuk menahan diri dari hawa nafsu dan kemaksiatan, tetapi juga meningkatkan ibadah dan menambah wawasan pengetahuan. Bulan Ramadhan sering disebut juga dengan Bulan Al-Qur’an. Manusia dibimbing untuk berlomba-lomba meningkatkan tilawah dan tadabbur Al-Qur’an. Meningkatkan pengetahuan Ruhiyah yang bersumber dari segala sumber ilmu pengetahuan, kalam Ilahi Al-Qur’anul Karim.

  1. Transformatif

Nilai Transformatif dalam Beasiswa Aktivis Nusantara menjadi nilai yang paling sesuai dengan spirit Ramadhan. Ramadhan sebagai cermin untuk kita senantiasa berkaca lalu menginstropeksi diri untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri. Ramadhan transformatif akan membentuk kepribadian seseorang yang tidak hanya tahan dahaga dan lapar, tetapi pribadi yang kukuh dan tekun dalam menjalankan apa yang menjadi perintah dari Rabbnya.

  1. Melayani

Nilai ke-empat adalah melayani. Puasa memahamkan kita tentang bagaimana rasanya si miskin dengan segala dayanya menahan lapar dan dahaga tetapi tetap tegar meniti garis yang Sang Khalik berikan. Insan yang puasanya dilandasi keimanan dan keikhlasan yang menghujam akan tumbuh didalam sense of awareness terhadap si miskin dan kaum yang tertindas. Subur dalam hatinya benih-benih kepedulian untuk saling berbagi dan mengasihi, bertoleransi dan rasa mengayomi antar sesama maupun antar umat beragama. Berbagi tak akan sekalipun mengurangi apa yang kita miliki. Karena sadar atau tidak apa yang kita merasa punyai adalah milik Allah ‘Azza Wa Jalla.

Semoganya Allah senantiasa memahamkan kita para Aktivis Nusantara tentang spirit Ramadhan ini dan senantiasa mendekap lalu merefleksikannya hingga kita keluar dari bulan nan suci ini. Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Yaa Kariim.

 

Ditulis di Bumi Sriwijaya,

Riza Agung Ismadi.