You Are Your Habits

Pernahkan anda berpikir bahwa kebiasaan kecil yang anda lakukan akan membawa pengaruh besar pada masa depan anda? Tentu saja, kebiasaan itu mungkin tidak akan menjamin bahwa anda akan memiliki kualitas hidup yang lebih sejahtera atau lebih sehat. Namun, membangun kebiasaan adalah hal yang paling rasional untuk membentuk kualitas diri yang lebih baik disamping hal ini adalah cara paling terjangkau yang bisa dilakukan oleh semua orang.

Salah satu ungkapan klise yang sering saya dengar adalah “siapapun bisa asalkan memiliki niat” bagi generasi Milenials dan Z mungkin akan menjadi sebuah perdebatan panjang untuk menjawabnya. Namun, dalam konteks membangun kebiasaan niat dan motivasi tidak selamanya akan membuat anda akan berhasil memiliki kebiasaan baru yang lebih baik. James Clear dalam bukunya berjudul Atomic Habits, beranggapan bahwa idealnya seseorang dengan motivasi tinggi suatu waktu akan mengalami penurunan motivasi. Hal ini manusiawi karena dalam proses munculnya motivasi kita terdorong untuk menjadi atau memiliki suatu hal yang sangat kita inginkan sehingga memicu produksi dopamin lebih banyak sebelum akhirnya akan mulai menurun akibat rentang waktu yang dilalui serta kesulitan dan hambatan yang akan ditemui.

James Clear juga menjelaskan bahwa dalam proses pembentukan kebiasaan hal pertama yang perlu dilakukan adalah lupakan goals anda dan mulailah fokus untuk membentuk sistem dan identitas anda. Seperti halnya contoh berikut ;

  • Goals : Saya akan belajar setiap pagi dan malam hari untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi
  • Sistem dan Identitas: Saya adalah seorang pembelajar yang masih sangat minim ilmu, oleh karena itu saya belajar setiap pagi dan malam untuk membentu saya memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Sekilas hal ini terlihat sama, seseorang yang belajar setiap pagi dan malam untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Perbedaanya ada pada identitas dan cakupan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini saya tidak mengatakan bahwa memiliki tujuan spesifik itu buruk karena pada dasarnya itu membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang perlu segera anda capai. Tapi dalam konteks membangun kebiasaan, sangat penting memastikan sebuah aktivitas ini benar benar menjadi kebiasaan adalah dilakukan secara terus menerus.

Salah satu penyebab paling umum sesorang gagal dalam membangun kebiasannya adalah mereka berhenti sesaat setelah tujuan mereka tercapai dan kembali pada kebiasaan lama. Ya, tentu saja ada sebagian orang yang berhasil menemukan identitasnya dan mempertahankan sistemnya selama proses mencapai tujuan itu dan terus melanjutkan kebiasaanya. Tapi, katakan pada saya berapa banyak orang yang mampu melakukanya ketika motivasi utama mereka telah terpenuhi? Dalam kasus saya tidak banyak.

Anggaplah keberhasilan anda diterima masuk perguruan tinggi adalah hadiah dari upaya yang telah anda lakukan selama masa persiapan itu. Jadi, coba bayangkan akan sebasar apa hadiah yang anda dapatkan ketika anda melakukan kebiasaan belajar secara konsisten selama bertahun tahun? Saya kira akan banyak sekali kesempatan yang akan datang untuk mengupayakan kualitas hidup yang lebih baik lagi, dengan syarat anda masuk pada kualifikasi untuk mendapatkannya, Goodluck.