Melunasi Janji Kemerdekaan

“Melunasi janji kemerdekaan.” Kutipan dari Anies Baswedan ini selalu terngiang dalam benak saya. Kemerdekaan yang kita peroleh 79 tahun lalu bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar: memastikan semua rakyat Indonesia merasakan arti merdeka yang sesungguhnya.
Hari ini, kita masih menyaksikan banyak janji kemerdekaan yang belum tuntas. Di pelosok negeri, masih ada anak-anak yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk bersekolah. Di kota-kota besar sekalipun, masih banyak keluarga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan atau pekerjaan yang layak. Kesenjangan ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya hadir secara merata.
Saya sendiri mendapatkan ruang untuk belajar mewujudkan gagasan itu melalui keterlibatan saya di Turun Tangan, sebuah gerakan kerelawanan yang percaya bahwa perubahan tidak bisa hanya menunggu kebijakan, tetapi harus diupayakan bersama. Di sana, saya menyaksikan anak-anak muda mengambil peran nyata, turun langsung ke lapangan, menghadirkan solusi kecil namun bermakna bagi masyarakat. Dari pengalaman itu saya semakin yakin: melunasi janji kemerdekaan bukan tugas pemerintah semata, melainkan panggilan kolektif seluruh rakyat.
Kemerdekaan sejati akan tercapai ketika setiap anak bangsa memiliki akses setara terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang layak. Ketika tidak ada lagi jurang lebar antara desa dan kota, kaya dan miskin, pusat dan pinggiran. Pada titik itu, kita dapat berkata: janji kemerdekaan telah benar-benar lunas.