Masjid Pusat Peradaban Kaum Muslimin – BAKTI NUSA

Masjid Pusat Peradaban Kaum Muslimin

Masjid Pusat Peradaban Kaum Muslimin

 

Oleh: Yuli Widiyatmoko – Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Batch 9) Yogyakarta

 

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Hanya mereka yang memakmurkan masjid-masjid Allah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, maka merekalah orangorang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk.”
Q.S. At-Taubah: 18.

Ayat diatas menunjukan betapa besar keutamaan seorang muslim untuk memakmurkan masjid. Apabila kita melihat kondisi yang ada di sebagian besar daerah di Indonesia, masjid belum dimakmurkan secara optimal. Fakta di lapangan menunjukan bahwa mayoritas masjid yang ada hanya digunakan untuk menunaikan sholat berjamaah, sholat jumat, dan sholat ‘Ied. Ibadah tersebut merupakan ibadah yang secara hukum asal memang dilakukan di masjid, namun apakah fungsi masjid hanya untuk itu?

Ada satu contoh menarik dari beberapa masjid di Yogyakarta, salah satunya yakni Masjid Pogung Dalangan. Masjid ini merupakan salah satu masjid ikonik yang berada di Padukuhan Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman. Masjid yang sudah berdiri sejak 1960-an ini, saat ini menjadi salah satu pusat peradaban kaum muslimin di Yogyakarta. Tidak heran, bukan hanya sebagai tempat menunaikan sholat berjamaah, namun masjid ini juga menjadi tempat penempaan masyarakat dari sisi edukasi pengetahuan Islam, gerakan sosial, sampai dengan menggerakan masyarakat untuk turut serta membantu sesama korban-korban bencana alam di luar daerah.

Ada beberapa poin penting yang dapat kita ambil pelajaran terkait cara yang dilakukan segenap pengurus Masjid Pogung Dalangan dalam memakmurkan masjid tersebut, diantaranya:

  1. Peningkatan kenyamanan masjid. Masjid ini senantiasa berbenah dan dengan tangan terbuka menerima saran dari jamaah baik secara lisan maupun melalui sosial media. Tak heran, kini masjid ini sudah dilengkapi dengan fasilitas karpet yang nyaman, AC, toilet yang bersih, koleksi buku-buku Islami, meja belajar, dan Al Qur’an.
  2. Pendekatan personal. Masjid Pogung Dalangan melakukan pendekatan secara personal kepada warga muslim di sekitar masjid yang belum menunaikan sholat di masjid. Metode door to door rutin dilakukan dengan membawa bingkisan berupa peralatan sholat. Bukan hanya untuk mengajak warga untuk sholat berjamaah, namun juga menjadi kesempatan mengunjungi saudara sesama muslim. Tak heran, kini setiap harinya Masjid Pogung Dalangan senantiasa ramai oleh masyarakat untuk menunaikan sholat berjamaah yang tak ubahnya seperti sholat jumat ramainya.
  3. Gerakan sosial. Beberapa kali masjid ini juga mengadakan penggalangan dana bagi korban bencana alam di daerah lain dan berhasil mengumpulkan puluhan hingga ratusan juta rupiah dari para donator. Selain itu, masjid pogung dalangan juga rutin membagikan sembako dan peralatan sholat bagi warga sekitar yang beragama muslim yang kurang mampu.
  4. Pemberdayaan warga. Masjid sebagai pusat peradaban bukan hanya diisi oleh kalangan terdidik saja, seperti mahasiswa ataupun pengajar. Masjid Pogung Dalangan mensinergikan segenap potensi dari warga sekitar baik yang muda maupun yang tua untuk Bersama-sama memakmurkan masjid dengan mengikutsertakannya ke dalam berbagai kepanitiaan kegiatan seperti Pogung Kampung Sehat, dan yang lainnya.
  5. Pusat belajar agama. Tidak dapat dipungkiri bahwa Masjid Pogung Dalangan saat ini menjadi salah satu pusat belajar agama di Yogyakarta. Hampir setiap hari di Masjid ini selalu diadakan kajian ilmiah dengan membahas berbagai tema secara terstruktur. Tak ayal, masyarakat menjadi memiliki kesempatan yang luas untuk belajar agama dari dasar dan terkurikulum. Kelas TPA, Bahasa arab, tahsin al qur’an, baca kitab, dan yang lainnya juga rutin diadakan di masjid ini.

Masjid Pogung Dalangan dapat kita jadikan salah satu contoh untuk memakmurkan masjid-masjid di sekitar kita. Masjid harus menjadi tempat kebangaan kaum muslimin dan menjadi wadah peningkatan intelektual dan ruhaniah masyarakat. Melalui metode dan perlakuan yang tepat, masjid akan menjadi pusat peradaban kaum muslimin.

“Dari masjid kita bangkit, dari masjid kita melejit.”

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar