Kontribusi Multi Stakeholder didalam Prestasi Medali Emas OSN IPS SD

Sumber : Dokumen Penulis
Agustus 2025 Saya berkesempatan untuk membina siswa Sekolah Dasar untuk persiapan menghadapi OSN Tingkat Nasional tahap semifinal bidang IPS secara luring untuk pertama kalinya. Pembinaan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bersama lembaga SOC Indonesia. Semua siswa yang lolos mewakili Sumatera Barat dikumpulkan terpusat di Hotel Pangeran Beach selama 3 hari.
Pengalaman pertama untuk menjadi pemateri dengan audiens 3 siswa SD yang berasal dari daerah yang berbeda beda di Sumatera Barat. Tentu saya harus beradaptasi terkait cara mengajar dan materi yang akan disampaikan. Singkat cerita semuanya berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir pelatihan. Alhamdulillah, Salah satu siswa yang saya bina berhasil meraih medali emas di tingkat nasional. Sebuah kebanggaan dan kebahagian tersendiri bagi seorang pemateri apabila siswa binaannya berhasil. Namun, pemateri bukanlah satu satunya faktor penting yang berkontribusi atas prestasi siswa.

Sumber : https://www.simplypsychology.org/
Teori sistem ekologi bisa menjadi tinjauan pustaka untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi atas prestasi siswa. Pencetus teori tersebut, Urie Bronfenbrenner menyatakan perkembangan manusia dipengaruhi oleh lingkungan bertingkat yang saling terkait. Teori ini membagi lingkungan menjadi lima sistem: mikrosistem (lingkungan langsung seperti keluarga dan sekolah), mesosistem (hubungan antara mikrosistem), eksosistem (lingkungan tidak langsung seperti tempat kerja orang tua, pemerintah, dan media massa), makrosistem (budaya dan nilai-nilai sosial), dan kronosistem (perubahan dan peristiwa sepanjang hidup). Saya akan mencoba untuk mengidentifikasi peranan setiap lapisan lingkungan siswa berdasarkan pengalaman selama membina.
Pertama adalah individu alias siswa itu sendiri sebagai pusat dari lapisan lingkungan. Siswa yang mengikuti pembinaan terpusat adalah 3 siswa terbaik yang lolos seleksi tingkat kota dan provinsi. Mereka berhasil mengalahkan ribuan siswa SD dari Provinsi Sumatera Barat. Hal ini menunjukan mereka adalah siswa dengan kemampuan kognitif diatas rata rata dari asal wilayahnya.
Pembinaan dilakukan selama 8 jam dalam satu hari dimulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 sore dengan 2 kali coffe break dan 1 kali istirahat. Ketiga siswa dapat mengikuti dengan semangat, serius, dan selalu datang tepat waktu. Mereka juga mampu untuk beradaptasi dari menjawab soal menggunakan alat tulis beralih ke mengetik menggunakan perangkat laptop. Tidak hanya itu, apabila mendapatkan koreksi, perbaikan, dan arahan mereka mampu berkembang di latihan selanjutnya. Berbagai sikap diatas menampikan bahwa siswa memiliki kegigihan, daya juang, dan mindset untuk selalu berkembang dan beradaptasi.
Kedua adalah peranan orang tua siswa sebagai lapisan luar pertama dan terdekat yang berinteraksi dengan siswa. Kehadiran orang tua sangatlah penting untuk mendukung siswa yang baru memasuki semester 1 kelas 6 Sekolah Dasar. Selama kegiatan pelatihan Orang tua menunggu di luar ruangan. Apabila istirahat atau pelatihan telah selesai mereka akan menyambut dengan hangat anak anak mereka. Tak berhenti disitu, orang tua menyediakan perangkat laptop untuk anak-anaknya ketika saya mengarahkan untuk membawa laptop di pertemuan berikutnya. Lebih lanjut, pasca pembinaan selesai setiap harinya, Orang tua menyempatkan untuk bertanya ke saya terkait perkembangan belajar anaknya, latihan soal untuk berlatih, dan hal yang perlu ditingkatkan atau dipersiapkan esok hari. Kondisi-kondisi diatas mencerminkan bahwa orang tua berperan untuk mendukung secara emosional dengan senantiasa hadir, menyediakan dukungan fasilitas, dan memperhatikan detail progres dari anaknya.
Ketiga adalah peranan sekolah sebagai fasilitator pertama yang membina bibit-bibit talenta. 3 Siswa yang mengikuti pelatihan berasal dari 3 sekolah yang berbeda dari kabupaten/kota yang berbeda pula. Asal sekolah menjadi tempat pertama potensi mereka ditemukan. Sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki kemampuan diatas rata rata. Selanjutnya, Sekolah dapat melakukan pembinaan awal dan membantu menyelesaikan persyaratan administrasi untuk mengikuti OSN tingkat Kota. Tak berhenti disitu, sekolah berperan untuk mengadvokasi kepada pihak Dinas Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan kegiatan pelatihan terpusat.
Keempat adalah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai penyelenggara dan penyedia anggaran untuk pelaksanaan pelatihan terpusat. Pelatihan tahun ini bukan yang pertama kali dilaksanakan. Beberapa tahun sebelumnya telah dilakukan namun hanya untuk jenjang SMA saja. Mulai tahun 2025 semua jenjang diadakan pelatihan terpusat. Hal ini menunjukan bahwa sinergi antara dinas provinsi dan kabupaten/kota terjalin dengan baik.
Penyelenggaraan pelatihan dilakukan dengan pelayanan yang prima. Dinas memilih Hotel bintang 4 di Kota Padang dengan pemandangan laut samudra hindia yaitu Hotel Pangeran Beach sebagai tempat pelatihan. Setiap siswa dan pembina mendapatkan kamar yang sangat nyaman. Konsumsi setiap harinya terjamin dengan 3 kali makan dan 2 kali coffee break. Kegiatan pembukaan dan penutupan dilakukan secukupnya dan tidak berlebihan sehingga esensi pelatihan tetap tercapai.
Kelima adalah Lembaga Pelatihan yang berperan sebagai pelaksana dan koordinator didalam pelaksanaan pelatihan terpusat. Pihak lembaga yang memiliki standar pelatihan untuk persiapan tingkat nasional. Pemateri setiap bidang dipilih dengan ketat dan harus memiliki pengalaman pernah menjadi medalis. Tidak hanya itu, lembaga pelatihan berperan untuk membuat laporan pelatihan sebagai bentuk pertanggung jawaban kegiatan kepada Dinas Provinsi.
Keenam adalah Pemateri sebagai pengajar selama pelaksanaan pelatihan. Ia dituntut harus adaptif didalam menyampaikan materi sesuai dengan kemampuan siswa. Teknik penyampaian harus bervariasi agar siswa tidak bosan selama 8 jam pelatihan didalam satu hari. Simulasi mengerjakan soal-soal yang dibuat sesuai dengan soal soal tahun lalu dan silabus materi. Motivasi yang disampaikan untuk menginspirasi siswa agar senantiasa semangat. Pelatihan dengan pemateri yang tepat dapat meningkatkan probabilitas siswa untuk meraih medali.
Itulah 6 Pihak yang menurut saya yang berperan dalam berhasilnya seorang siswa meraih medali. Setiap pihak harus memiliki visi yang sama agar dapat fokus disetiap pelaksanaannya. Durasi pelaksanaan pelatihan hanya 3 hari tetapi prosesnya bisa sampai 1 tahun lebih. Kolaborasi harus dilakukan dengan konsisten dan tidak boleh parsial.
Harapan penulis adalah semoga setiap siswa diindonesia mendapatkan dukungan dari setiap pihak dengan kualitas yang sama sama baik. Semakin merata persiapan akan semakin ketat dan sengit persaingan. Semakin ketat persaingan akan menghasilkan pemenang yang berkualitas dan kekalahan yang terhormat. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.