The Power of Activist – BAKTI NUSA

The Power of Activist

The Power of Activist

Oleh : Novia Handayani (PM BAKTI NUSA 9 Region Palembang)

“Menjadi seorang Aktivis adalah sebuah panggilan hati. Panggilan itu mengisyaratkan tentang betapa pentingnya berkontribusi untuk negeri, bangsa dan agama. Ketika Kita telah berada dijalan ini, maka perjuangan adalah proses dan pengorbanan adalah konsekuensinya”.

Dalam Kamus Istilah Populer karangan Ahmad Fanani, Istilah aktivis dimaknai sebagai orang yang aktif dalam suatu organisasi atau di masyarakat dan biasanya menjadi motor penggerak bagi lingkungannya. Kata kuncinya adalah “Penggerak”. Berbicara tentang aktivis tentu berbicara tentang gerakan, aksi dan tindakan. Pertanyaannya adalah sudah sejauh mana gerakan Kita? Sudah seberapa banyak aksi yang Kita lakukan? dan Seberapa berpengaruhnya tindakan Kita pada Lingkungan?. Baiklah, Mari renungkan!

Setelah merenung, mari kita ulas tentang “the power of activist” yang artinya adalah kekuatan dari seorang aktivis. Dilingkungan kampus, kita tentu mengenal tokoh kampus yang juga sering dijuluki sebagai aktivis mahasiswa. Aktivis mahasiswa adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan ikut terlibat secara aktif dalam melakukan upaya perubahan sosial masyarakat sebagai agent of change. Istilah aktivis mahasiswa mulai populer ditelinga masyarakat sejak tahun 1998, pada saat itu aktivis mahasiswa berhasil menggunakan kekuatannya sebagai agent of change untuk melengserkan rezim Orde Baru. Pada masa itu, aktivis mahasiswa telah membuktikan perannya sebagai agen perubahan.

Sebetulnya, semua mahasiswa memiliki peran yang sama sebagai agen perubahan, namun sayangnya tidak semua mahasiswa mau melakukannya. Padahal, menjadi aktivis mahasiswa merupakan perkerjaan sosial yang sangat mulia. Dengan menjadi aktivis, mahasiswa secara tidak langsung telah mengaktualisasi dirinya menjadi seorang insan yang madani. Layaknya sebuah pepatah, “Seorang nahkoda yang handal tidak lahir dari lautan yang tenang, melainkan lahir dari lautan yang berombak dan bergelombang”. Itu artinya, orang yang hebat adalah orang yang terbiasa melewati tantangan dan rintangan. Hal ini dikarenakan menjadi seorang aktivis yang komitmen dan konsisten terhadap kerja-kerja sosial bukanlah perkara mudah.

Dewasa ini, aktivis mahasiswa terbagi menjadi 3 lini, yaitu lini ilmy, dakwih dan siyasi. Aktivis mahasiswa yang bergerak dibidang ilmy biasanya memiliki kemampuan akademik yang menonjol, berprestasi, aktif dalam kegiatan dan lomba-lomba yang bernuansa keilmiahan. Aktivis mahasiswa lini ilmy tentunya bergerak dalam bidang keilmuan yang spesifik. Pencapaiannya biasanya dengan memiliki IPK diatas rata-rata, memiliki hubungan baik dengan civitas akademika, menjadi mahasiswa berprestasi dan menjadi ketua ataupun pimpinan dalam organisasi keilmiahan di tingkat kampus maupun diluar kampus. Aktivis mahasiswa ilmy  biasanya sering kali aktif dalam kegiatan Penelitian Dosen, Pelatihan Keilmiahan dan menjadi sosok yang berpengaruh dalam menunjang Akreditasi Kampus.

Lain halnya dengan aktivis mahasiswa yang bergerak dibidang dakwih atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aktivis Dakwah Kampus (ADK). ADK biasanya bergerak dalam bidang keagamaan dan dikenal memiliki akhlak yang baik serta rajin beribadah. ADK memiliki pengetahuan agama yang cukup baik dan mampu mengajak orang lain dalam kebaikan. Aktivis Dakwah Kampus ini biasanya dipercaya menjadi ketua ataupun pimpinan organisasi yang bernuansa keislaman sehingga kebanyakan ADK memiliki relasi dengan beberapa pemuka agama. ADK sering aktif dalam kegiatan-kegiatan agama seperti kajian, dauroh, mentoring dan lain-lain. Peran ADK sangat penting dalam menciptakan nuansa islami di Kampus.

Berbeda dengan Aktivis mahasiswa yang bergerak dibidang ilmy dan dakwih, Aktivis yang bergerak dalam bidang siyasi biasanya lebih dikenal sebagai Aktivis Pergerakan Mahasiswa. Mereka adalah orang-orang yang menjadi penggerak aksi di Kampus, mengajak mahasiswa untuk turun ke jalan melalui narasi yang mereka bangun dalam orasi. Aktivis pergerakan semacam ini biasanya merupakan Eksekutif Mahasiswa, Inisiator pergerakan, dan juga orang-orang yang memang fokus dalam dunia pergerakan. Mereka biasanya diundang menjadi pembicara dalam sekolah pergerakan, terlibat dalam aksi sosial, memiliki koneksi dengan organisasi internal dan eksternal kampus serta menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam menghidupkan nuansa pergerakan di Kampus.

Tanpa disadari, Aktivis mahasiswa pada umumnya memiliki pengaruh yang sangat penting untuk menjaga stabilitas Kampus. Tidak hanya stabilitas kampus, mahasiswa juga berpotensi untuk mengatur stabilitas negara. Oleh karena itu, sudah saatnya Kita sebagai Aktivis Mahasiswa mengambil peran penting baik di kampus saat ini maupun di dalam pemerintahan dimasa mendatang, demi tewujudnya visi untuk merawat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar