Memulai dari Akhir – BAKTI NUSA

Memulai dari Akhir

oleh Ahmad Shofwan Syaukani, PM BAKTINUSA Bandung

Terdapat satu prinsip sederhana yang berfungsi untuk mewujudkan impian-impian kita pada masa yang akan datang, yaitu start from the ending. Maksudnya ialah untuk menjadi manusia yang kita impikan, alangkah baiknya jika kita menentukan dan merencanakannya langkahnya dari akhir. Hal tersebut berguna supaya langkah-langkah yang kita ambil sekiranya dapat berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Misalnya, ingin menjadi bagian dari penerima manfaat beasiswa aktivis nusantara (BAKTINUSA), melanjutkan studi S2, menjadi ketua organisasi atau komunitas, menghafal quran, lulusan terbaik universitas, membanggakan kedua orang tua ataupun pencapaian diri kita yang lainnya. Breakdown dan detailkan dari akhir, supaya sibuknya kita hari ini, merupakan pijakan langkah kaki kita untuk menjadi manusia yang kita cita-citakan pada masa yang akan datang. Tetapi yang namanya “proses”, pasti melalui sebuah sistem yang inheran dalam diri kita, yaitu sistem akal dan rasa. Sistem itu terbangun dari berbagai hal yang pernah menimpa dan menjadi pengalaman diri kita, serta segala hal yang pernah kita pelajari sebelumnya.

Sebab, kita hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari, Ujar Buya Hamka. Bahwa hal-hal baik hanya akan menarik hal-hal baik lainnya. Setidaknya ujaran tersebut disebut dengan hukum keterkaitan (law of attraction). Apapun konteksnya yang sesuai dengan impian diri kita. Semua bergantung pada cara kita mendekatinya. Membangun hubungan sebagai syarat eksistensi terhadap apa yang kita cari dan yakini. Maka, ada atau tidaknya impian, kesuksesan dan kebahagiaan tergantung ada atau tidaknya relasi kita terhadap impian, kesuksesan dan kebahagiaan itu sendiri. Terlepas dari apa pun definisi kita akan hal tersebut.

Persoalannya sekarang, hanya ikan mati yang pergi mengikuti arus. Oleh karena itu, pertayaannya, apakah kita benar-benar menginginkanya dan mencarinya, atau tidak? Apakah kita berhasil mengarahkan pikiran dan perasaan kita untuk meraihnya, atau tidak? Apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup ini??!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar