Membumikan Kontribusi Melalui Gerakan Sosial SOC

Oleh: Nadya Anggraini – Kepala Sekolah SOC – PM BA 9 Palembang

 

 

SOC (Save Our Children) merupakan gerakan sosial yang dinisiasi oleh PM BAKTI NUSA Wilayah Palembang. Bergerak dalam pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sasaran projek ini adalah anak-anak kelas 6 SD yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi. Tujuan dari program ini adalah memutus mata rantai kemiskininan melalui pendidikan. Sehingga mereka yang sedang berada di bangku kelas 6 SD dan memiliki potensi ini diproyeksikan untuk bisa mengikuti dan lolos ke sekolah-sekolah menengah yang tersedia beasiswa di dalamnya seperti SMP SMART Ekselensia dan Sekolsh Cendekia BAZNAS. Program ini berupa beastudi yang proses seleksinya ada 2 tahap yaitu seleksi administrasi dan homevisit.

Pada awal bulan September 2019, tim penyeleksi (PM BA Palembang) mulai membagikan formulir ke sekolah-sekolah mitra yaitu SDN 79 Palembang, MI Al-Hijriyah II Palembang dan MI Az-zahir Palembang. Setelah mendapatkan data dari sekolah berupa formulir untuk siswa yang mendaftar sebagai calon PM SOC, tim PM BA menyeleksi berdasarkan kualifikasi yang sudah ditentukan, hingga terseleksi 12 dari 48 formulir. Kemudian, pada tanggal 22 – 27 September 2019 tim PM BA Palembang melaksanakan Homevisit ke rumah-rumah calon PM SOC atau adik asuh program SOC. Setiap dari mereka memiliki cerita hidup dan latar belakang nya masing-masing, dengan poin inspiratif yang bisa diambil dari setiap kekhasan cerita mereka.

Rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah putri. Putri tinggal bersama kakek-nenek nya di rumah panggung sederhana di belakang SDN 79 Palembang. Putri tidak tinggal bersama kedua orangtuanya karena orangtuanya memutuskan untuk berpisah dan sekarang sudah memiliki kehidupannya masing-masing. Putri termasuk anak yang berprestasi di sekolahnya dan selalu mendap peringkat pertama di kelasnya. Rumah selanjutnya adalah rumah Arzah, Arzah bercita-cita menjadi seorang guru. Arzah tinggal di rumah kontrakan berukuran 3×5 meter persegi. Arzah adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang biasanya membantu nenek Arzah yang juga tinggal bersama mereka berjualan kue sarapan. Ayah Arzah adalah seorang buru harian lepas dengan peghasilan tak menetu setiap bulannya.

Setelah mengunjungi Putri dan Arzah, kami ke rumah Adit. Adit bercita-cita menjadi PNS. Adit adalah anak kedua dari empat menuju lima bersaudara. Adit tinggal bersama kedua orangtuanya yang tinggal di rumah kontrakan yang begitu kecil namun terkesan begitu hangat dan nyaman ketika berada di dalamnya. Berikutnya, rumah yang kami kunjugi adalah rumah Ulan dan rumah Parel karena lokasinya berdekatan.

Ketika mengunjugi rumah Ulan, kami disambut hangat oleh ayah, ibu dan saudarinya. Kami dijamu di sebuah rumah yang lebih mirip sebuah pondok, seperti kisa rumah tanpa jendela yang ketika melewati pintu, kami harus mendukkan kepala kami supaya bisa muat. Ulan merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara, kakaknya sedang merantau di kota lain sedang ayuknya sudah menikah dan hanya bisa menamatkan sekolahnya pada jenjang SD. Ayahnya berkerja sebagai tukang becak dan ibunya sebagai buruh cuci. Berikutnya kami mendatangi rumah parel yang tak jauh dari rumahnya Ulan. Parel hanya tinggal bersama kakek dan adiknya. Ibu dan ayahnya di luar kabupaten dan tidak tinggal bersama adit karena alasan ekonomi. Parel memiliki semangat belajar yang begitu tinggi. Parel bercita-cita menjadi TNI.

Hari berikutnya kami mendatangi rumah Umar, Aldi, Ridho, Azra, Taufik, Syech dan Zahra. Mereka juga memiliki cerita hidup yang berbeda masing-masingnya. Namun satu yang pasti sama dari mereka adalah memiliki cita-cita yang begitu mulia namun terkadang mereka haru sejenak memikirkan ulang apa yang mereka impikan karena faktor ekonomi yang tidak menjamin keberlanjutan sekolah mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Setelah proses homevisit dilakukan, pada tanggal 29 sepetember 2019, kami mengundang semua calon PM SOC dan orangtua/walinya untuk menghadiri pertemuan pertama  dan peresmian PM SOC 2019/2020. Pada acar tersebut, orangtua/wali atas setiap PM SOC menandatangi lembar akad yang telah disediakan. Setelah dilantik, PM SOC mendapatkan nama kakak asuh mereka masing-masing. Dengan pembagian 1 PM BA 9 Palembang mendapatkan 2 adik yang harus mereka asuh, bimbing dan bina hingga untuk mencapai apa yang program SOC cita-citakan.

Sekilas megenai gerakan sosial SOC, semoga menginspirasi. Tunggu cerita selanjutnya. Semoga apa yang kami laksanakan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT dan tetuai keberkahan pada setiap jejaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar