Khasiat Puasa dari segi Kesehatan

Khasiat Puasa dari segi Kesehatan

Ditulis oleh Laila Putri Nurafsyah (PM BAKTINUSA 8)

Dengan segala produktivitasnya, bulan Ramadhan yang menghadang pasti bukan alasan bagi aktivitis untuk menyebarkan kebermanfaaatan kepada sekitarnya, sehingga stamina sangat penting dijaga agar optimal dalam menjalankan amanah di organisasi maupun target ibadah sendiri 😁

Kalau ada yang suka nonton Youtubenya Felix Siauw, di salah satu videonya beliau mengekspresikan bagaimana Allah ‘merebut’ kenikmatan makan, kenikmatan harta benda, sampai kenikmatan ibadah berkurang karenanya. Apalagi yang sering kita katakan kepada teman maupun kepada diri sendiri ketika sakit, “Yang sabar yah, ini ujian.”
Sebelum ke Main Course nya, ada baiknya kita mencicipi kisah 3 anak di Sekolah Setiabudi berikut..

Alkisah ada 3 murid bernama Adit, Aab, dan Awaldi di kelas. Sang guru yang sedang mengajar di kelas itu terganggu dengan keributan yang diciptakan Aab dan Awaldi. Akhirnya sang guru memanggil Aab,
“Ab, kamu maju, kerjakan soal di papan tulis!”
Aab tidak bisa mengerjakan soal. Sang guru murka, “Ya sudah, sekarang kamu berdiri di ujung kelas!” Aab di setrap.
Saat sang guru berbicara dengan Aab, ternyata Awaldi masih ribut dengan temannya yang lain. “Awaldi! Kamu juga maju! Kerjakan soal di papan tulis!”
Awaldi yang tidak bisa mengerjakan soal malah semakin memicu keributan kelas dengan berpura-pura menjadi guru. Karena sang guru merasa terhina, ia pun mengeluarkan …
Nah dari kisah itu, rekan-rekan pasti bisa ngebedain yang mana yang ujian, teguran, dan hukuman kan?
Adit : Ujian
Aab : Teguran
Awaldi : Hukuman

Kisah fiktif tadi ibarat roda kehidupan kita, ketika kita buat dosa atau kesalahan, kalau ga ditegur, ya dihukum sama Allah. Apakah kita yakin diri ini sudah bersih dari dosa? Sehingga menganggap sakit itu ujian?

Kalau udah sama persepsi terhadap sakit, jadi kita akan lebih bijak dalam menjaga diri agar tidak membiarkan sakit itu terjadi 😌
Sederhananya, sakit terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan didalam tubuh. Entah imun/ daya tahan tubuh kita yang menurun atau sedang terjadi wabah penyakit sehingga faktor eksternal lebih kuat dalam menyerang sistem pertahanan terjadi.

Batuk, pilek, demam, maag, diare, masuk angin, sakit kepala adalah istilah yang umum orang indonesia awam gunakan pada penyakit yang biasanya terjadi. Kalau dalam dunia kesehatan sendiri, istilah yang dianggap penyakit oleh orang awam kita pahami sebagai gejala suatu penyakit. Apalagi masuk angin.. bukan istilah medis banget deh itu.. pinter-pinternya orang indonesia membuat istilah 😅

Suatu hari di kantin terdapat Naufal dan Inria yang tidak sengaja bertemu. Inria merasa terjadi kejanggalan, “Fal, kamu kenapa? Sakit ya?”
“Iyanih”
”Makanya jangan banyak pikiran!”
Menurut rekan-rekan nih, apa yang dikatakan dalam percakapan tentang sakit karena banyak pikiran tersebut sudah tepat atau belum?

Ibarat pemimpin dalam suatu organisasi, otak adalah pemimpin di dalam tubuh kita. Ketika kita senang, hormon yang dikeluarkan akan membantu sel imun kita dalam menyerang penyakit yang ada, sebaliknya ketika mood kita sedang tidak baik, maka hormon yang sikeluarkan akan membuat sel imun lebih rentan terhadap penyakit.
Maag dalam istilah medis dipahami sebagai asam lambung yang berlebihan sehingga ketahanan lambung berkurang mengakibatkan luka didalamnya. Luka tersebut yang mengakibatkan mengapa kita sering merasa perih di perut bagian kiri. Pelaku utama yang lebih menyebabkan asam lambung berlebih bukan karena makan yang telat namun pikiran yang ‘mumet’ atau stress

Jadi, apakah puasa atau shaum masih bisa disalahkan atas terjadinya maag di dalam tubuh? Hmm, sepertinya sekarang kita bisa lebih bijak dalam me- manage perasaan dan pikiran.
Pertama, untuk bahas tentang kesehatan yang mudah dipahami dan kadang menjadi isu tersendiri bagi wanita kebanyakan adalah berat badan. Tapi nggak hanya itu kok, tenang.. bagi yang mau nambah berat badan juga ada solusinya, so stay tune!

Diawal tadi, sudah saya tekankan untuk membahas sisi kesehatan terlebih dahulu, jadi kalau ada yang tanya, “Ih, kan puasa nggak boleh buat diet/ nurunin berat badan!” itu mah beda cerita kak😏

Jadi, guys.. guys.. this is so important! * gaya-gaya ala vlogger gimana gitu . Tapi bener deh, mungkin kalian bisa tanya kepada rekan-rekan saya seBA solo bagaimana saya sangat interest dengan dunia perdietan, perolahragaan, transformation, dan kawan-kawan. Intinya, bisa dibilang history youtube saya penuh dengan video tentang hal tersebut TETAPI *BELUM ADA VLOGGER DIET INDONESIA yang membahas tentang ini, bahkan sekelas Yulia Baltschun sekalipun (Oiya, ini maaf saya mention nama beliau, tapi saya tidak merekomendasikan untuk ikhwan yang menjaga pandangan dan akhwat juga sebenernya nggak boleh, nggak sih?).
Kebanyakan influencer diet hanya berfokus pada kalori in (kalori masuk) = kalori out (kalori keluar) untuk mempertahankan berat badan. Jika ingin menurunkan berat badan, simpelnya kalori masuk (yang dimakan) harus lebih rendah dari pada kalori keluar (yang dipakai untuk beraktivitas). Pilihan lain jika tidak bisa mengurangi makan, berarti harus meningkatkan kalori keluar dengan cara meningkatkan aktivitas dengan olahraga. Tetapi, tubuh kita tidak sesimpel itu guys..

Digambar pertama yang saya ambil dari ilustrasi salah satu penjelasan youtube dr. Jason Fung-beliau dari Amerika, influencer diet tersebut menganggap bahwa tubuh kita seperti bak mandi. Jika ingin mengurangi air, jangan masukan air berlebih. Jika tidak bisa menahan masuknya air, maka keluarkan agar tidak berlebih. Analoginya seperti makanan yang dimasukkan kedalam tubuh manusia.

Tubuh kita tidak sesederhana itu karena didalamnya terdapat banyak hormon yang mengatur penyimpanan energi, seperti insulin dan glukagon-seharusnya rekan-rekan familiar kalau pernah belajar biologi ✌ Sebelum bahas yang njelimet , mari kita analogikan tubuh dengan kulkas yang didalamnya terdapat freezer.

Ketika kita makan karbohidrat simpleks (seperti nasi, minuman yang manis-manis, tepung bakwan, tempe mendoan, dan lain-lain), awalnya zat tersebut akan disimpan di bagian bawah kulkas (bukan freezer ya) sebagai glikogen atau gula otot. Jika berlebih, maka akan disimpan menjadi lemak di bagian freezer.

Saat puasa, disinilah keajaiban terjadi 🎉. Glikogen akan habis sekitar 3-5jam, maka itu kita akan merasa lapar. Namun hebatnya tubuh kita langsung memerintahkan hormon glukagon untuk melakukan glukoneogenesis atau pemecahan lemak menjadi gula yang siap dipakai menjadi energi. Oleh karena itu terjadilah pembakaran lemak 🔥
= Intinya kalau nggak makan sampai waktu tertentu, lemak di freezer itu bakal diambil tubuh untuk dijadikan pasokan energi…

Nah disini yang setahu saya belum pernah dibahas influencer diet, mereka masih percaya bahwa pentingnya makan di jam tertentu. Padahal cadangan energi yang masih dipakai tubuh adalah bagian bawah kulkas (masih berbentuk gula otot), ketika sudah habis rentang waktu 3-5 jam, sudah dimasukkan makanan lagi. Lalu kapan lemak di dalam tubuh terbakar, dong ? Sepertinya rekan-rekan sudah paham.. ya, salah satunya dengan puasa!
Pernah dengar kalau 1 karbohidrat setara 4 gram dan lemak setara 9 gram? Ini sama saja ketika puasa yang sudah menggunakan cadangan lemak ini, tubuh seharusnya lebih bertenaga dan lebih berenergi. Jika di beberapa hari pertama puasa kita merasa lemas, mungkin karena cadangan glukosa kita sudah habis-yang sebenarnya adalah makanan utama otak kita, tapi dengan proses glukoneogenesis tadi, otak kita akan kembali bekerja optimal bahkan puasa dapat merangsang pertumbuhan sel neuron atau sel yang ada di dalam otak. Luar biasa bukan khasiat puasa?
Jadi seharusnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bermalas-malasan, merasa kurang fit, tidak bisa berpikir jernih dengan mengadudombakan puasa 😭.

Kalau masalah mengikuti Sunnah Rasul itu sudah pasti ya, larangan yang diajarkan rasul saja untuk minum memakai tangan kanan dapat mengakibatkan seorang hafidzah kesurupan karena celah syaitan. Jadi untuk ajaran rasul memakan buah kurma, mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, seharusnya sudah hafal diluar kepala 😎

1. Jangan Berlebihan
Bingung mulai diet darimana? Sebenernya kebutuhan pokok kita nggak banyak kok. Kalau yang mau build muscle protein lebih diutamakan, tapi untuk karbohidrat, lebih baik memakai karbohidrat kompleks (nanti akan dibahas lebih lanjut di eating clean )
2. Penuhi kebutuhan cairan
Air dapar memperlancar aliran darah sehingga penyakit akan sulit ‘hinggap’ di tubuh. Istilahnya, udah keburu dibawa darah duluan. Air ini juga berguna untuk mengurangi rasa lapar, jadi sebelum menikmati hidangan takjil yang manis-manis, utamakan berbuka dengan meminum air terlebih dahulu 😁
3. Pelan-pelan.. eating clean
Kenapa disini saya tekankan ‘pelan-pelan’? ya, bertahap aja.. dari mulai mengurangi minuman manis, cemilan manis, sampai mengurangi gula dalam bentuk apapun..
Dan eating clean itu bukan hanya untuk menurunkan berat badan untuk acara tertentu, tetapi gaya hidup yang dinikmati 🙂

Karena kita adalah seperti apa yang kita makan, so, be careful of what you eat!
Last but not least …
4. Olahraga
Yang pernah saya pelajari dari video youtube di channel “What I’ve Learned” (tenang aja, itu sumbernya kredibel kok), Jika olahraga/ excercise bisa jadi obat, maka olahraga adalah obat yang paling efektif dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang ada
Intinya, olahraga itu bagus banget. Saya rasa ngga ada alasan untuk tidak berolahraga selain kemalasan.
Bagi perempuan kalau malas keluar, bisa olahraga di kamar. Bagi laki-laki apalagi.

Sehat itu bukan hanya butuh obat, tapi butuh keingininan yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar