Belajar Kepemimpinan dari Anton Apriyantono

Belajar Kepemimpinan dari Anton Apriyantono

Bogor, (12/5) BAKTI NUSA Bogor telah melaksanakan kunjungan tokoh bersama Bapak Anton Apriyantono (Menteri Pertanian RI Kabinet Indonesia Bersatu) di Yasasan Pengembangan Pertanian Indonesia (YAPIPI) Ciomas, Bogor. Acara kunjungan tokoh dihadiri oleh adik asuh Youlead, Komunitas Pemuda Bogor, dan Aktivis mahasiswa dari Bogor.
Acara dibuka dengan kalam Allah dan kata sambutan dari Pembina BAKTI NUSA Regional Bogor, Bapak Ach Firman Wahyudi.

Dalam pemaparan Bapak Anton Apriyantono, Beliau banyak menceritakan sejarah pada zaman Rasulullah lalu dikaitkan dengan kehidupan saat ini. Dahulu Rasulullah berdakwah dengan kondisi masyarakat yang belum mengenal Islam, Jahiliyah, dan majemuk. Namun dengan kondisi masyarakat yang seperti itu, lahir seorang pemimpin hebat. Zaman saat ini bisa dibilang zaman jahiliyah modern, karena kondisi masyarakatnya yang sama. Realitanya, serangan dari orang Islam itu sendiri lebih hebat dibandingkan yang lainnya, sangat masif. Begitulah selintas kondisi pada saat ini.

Cara menanggapi kondisi tersebut bisa didapat dari teladan kita, Rasulullah SAW. Pertama, Keluar dari lingkungan kita dan lihatlah kondisi masyarakat. Kita tidak boleh cuek dengan kondisi masyarakat. Yakinkan dan buktikan, dekati masyarakat mulai dari sekarang. Tunjukkan bahwa orang beriman itu memberikan manfaat untuk masyarakat.

Kedua, Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk jangka panjang. Kita (umat muslim) harus punya SDM yang berkualitas, unggul. Gigih dan seriuslah dalam belajar. Ketiga, Lihatlah siapa yang ada disekitar Rasulullah, siapa sahabat-sahabatnya. Mereka adalah orang hebat yang dibungkus keimanan. Keempat, meningkatkan iman dan takwa. Kita harus konsisten menjaga iman dan takwa.

Dalam memimpin kita membutuhkan jamaah, maka ini adalah poin keempat. Memimpin secara berjamaah. Karena ibaratnya kita sedang memasuki hutan belantara, kita butuh tim yang kuat dan kokoh.

Kelima, meningkatkan kualitas diri dan dan meningkatkan kapasitas ilmu. Kita harus menjadi manusia-manusia unggul dan membentuk manusia-manusia unggul. Keunggulan tersebut bukanlah tujuan, tujuan kita adalah tegaknya Islam. Islam adalah rahmatan lilalamin, rahmat untuk semua orang. Saat ini kita membiarkan kepemimpinan diambil oleh orang lain. Orang-orang beriman dipimpin bukan memimpin. Maka lihatlah sejarah masa lalu apa yang terjadi jika bukan orang beriman yang memimpin. Belajarlah dari sejarah.

Lakukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan. Belajar dari sejarah, Rasulullah melakukannya (dakwah, berdagang, pemerintahan) secara beriringan. Rasullullah sabar dengan feedback yang diberikan oleh masyarakat pada masa itu. Begitu juga dengan pendahulu kita (pahlawan Indonesia), mereka pandai memasukkan nilai-nilai Islam di tengah-tengah kemajemukan. Maka mari belajar dari sejarah. Perubahan membutuhkan tahapan dan strategi. Acara ditutup dengan shalat berjamaah yang diimami oleh Bapak Anton Apriyantono.

Bersiaplah angkatan muda, Indonesia membutuhkan perubahan. Mari berjuang bersama!

#BAKTINUSABogor #KunjunganTokoh #BerjuangBersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar