Bagaimana menjadi Mahasiswa Berprestasi? Ini 10 tips yang bisa kamu lakukan – BAKTI NUSA

Bagaimana menjadi Mahasiswa Berprestasi? Ini 10 tips yang bisa kamu lakukan

Menjadi seorang mahasiswa berprestasi (mawapres) tentunya menjadi hal yang sangat membanggakan, bagi orangtua maupun orang-orang disekitar kamu. Tentu semua itu tidak didapatkan secara instan, pasti butuh proses dan perjuangan, mie instan saja tidak bisa langsung di makan bukan? Hehe

Namun perjuangan dan tantangan yang anda hadapi akan lebih mudah jikalau dilewati dengan kerja cerdas dan tepat, ingat kerja cerdas! Oke ini nih, beberapa tips yang bisa kalian lakukan, bagi kalian yang mempunyai target menjadi seorang mawapres..

1. Pandai bagi waktu

Manajemen waktu adalah salah satu hal yang sangat krusial agar segala aktivitas dan yang kamu lakukan berjalan sesuai dengan koridor yang telah kamu tetapkan. Kalian harus bisa memilah dan memilih antara empat hal, urusan yang penting dan mendesak, urusan tidak penting tapi mendesak, urusan penting tapi tidak mendesak, dan urusan tidak penting tidak mendesak. Intinya jangan sampai waktu yang telah kalian lalui, berlalu begitu saja sementara kalian tetap berada di titik nol. Sebuah pepatah mengatakan, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. So, belajarlah dari hari kemarin, lakukan yang terbaik untuk hari ini dan rencanakan untuk masa yang akan datang.

2. Buat timeline bulanan, mingguan, harian bahkan per jam

Ada empat tipe manusia, cepat ingat lambat lupa, cepat ingat cepat lupa, lambat ingat lambat lupa, lambat ingat cepat lupa. Jika anda bukan tipe orang yang pertama, maka penulis menyarankan agar anda membuat timeline atau catatan kegiatan anda, buatlah timeline harian bahkan per jam. Hal ini berguna untuk menjaga irama atau keseimbangan aktivitas yang kalian lakukan karena apabila kalian lupa atau melewatkan hal penting yang harusnya anda lakukan, maka timeline aktivitas anda akan berantakan. Kalau bisa, print out timeline kalian dan tempel di pintu atau di tempat yang sering kalian lihat, agar kalian mengerti apa yang harus kalian lakukan.

3. Buat target dan teruslah bergerak

1000 langkah besar dimulai dari 1 langkah kecil. Itulah sebuah kiasan bahwa untuk menjadi seorang mawapres, kalian harus membuat target kecil dan memastikan target itu tercapai meskipun perlahan. Kata Einstein, hidup ini seperti mengendarai sepeda, anda harus mengayuh sepeda itu agar anda tidak terjatuh, maka dari itu teruslah bergerak.

4. Hindari bekerja saat masa kuliah

Bekerja sambil kuliah tentu akan sangat menguras banyak tenaga, pikiran bahkan waktu meskipun kalian bisa mendapatkan income materi. Namun jika kalian mempunyai target menjadi seorang mawapres, hal ini tidak disarankan oleh penulis karena akan mengganggu fokus kalian. Apabila kondisi dan situasi yang sangat penting dan sangat mendesak, maka pilihkan pekerjaan sampingan yang menunjang passion dan target kalian untuk menjadi seorang mawapres, misal menjadi freelance writer di media massa, membantu dosen mengerjakan jurnal, jasa penerjemah, mengikuti LKTI dll.

5. Jangan terlalu fokus organisasi sampai tidak tahu waktu

Fokus berorganisasi juga menjadi alasan klasik mahasiswa untuk tidak fokus kuliah. Banyak mahasiswa yang memilih lebih dari lima organisasi di kampus, sehingga waktunya banyak tersita untuk rapat organisasi, bukannya mengerjakan tugas-tugas kuliah. Bahkan di beberapa tempat, banyak mahasiswa yang datang ke kampus hanya sekedar mengisi absen, lalu meninggalkan kelas karena ada kegiatan organisasi di luar.

Aktif dalam organisasi memang sangat penting, baik untuk melatih kemampuan bersosialisasi, maupun keahlian dalam bidang kepemimpinan. Namun, terlalu fokus pada kegiatan organisasi sering membuat mahasiswa malah melupakan prioritas utamanya sebagai mahasiswa. Sebaiknya, pilihlah organisasi atau aktivitas lain di kampus yang memang mendukung kuliah atau targetmu menjadi mawapres. Tapi ingat, jangan terlalu banyak berorganisasi!

6. Cari teman yang pas dan perluas jaringan pertemanan kalian

Semangat jiwa muda itu seperti api kecil yang menyala, jangan kalian gunakan bensin untuk menyiram api itu atau gunakan air untuk memadamkannya, kalian hanya perlu menjaga api itu agar terus menyala. Cari teman yang satu visi dan misi, liburan perlu, nongkrong perlu sekali-kali untuk melepas kepenatan dan menjaga komunikasi, tapi jangan sampai itu membuat kalian terlena sehingga membuat kalian justru terpengaruh dengan teman kalian. Dan jangan lupa untuk membangun jaringan yang luas. Connection is key of your success. Kalimat tersebut tentu merupakan kata kunci yang dimiliki mahasiswa beprestasi. Lihat deh, orang yang sukses pasti memiliki jaringan yang luas dan ekstra kuat. So, jangan takut untuk bergaul dengan siapapun. Asal orang tersebut bisa memberikan dampak yang positif bagi masa depanmu kelak. Menjalin koneksi tidak hanya harus bertemu langsung dengan orangnya. Era teknologi seperti sekarang, kamu bisa menjalin koneksi yang baik dengan siapapun dan dimanapun.

7. Jangan remehkan urusan akademik, belajarlah memahami materi bukan menghafal materi

Belajar merupakan proses untuk memahami materi yang ada bukan untuk menghafal. Jika menghafal, yakin deh kalian pasti akan cepat lupa karena menghafal itu tersimpan di short term memory, butuh repetisi agar tersimpan di long term memory.
Bentuk soal apapun, asalkan kamu bisa memahami pasti akan cepat memahaminya. Berbeda dengan menghafal, memahami lebih kepada bagaimana kamu bisa mencerna seluruh materi yang ada di dalam materi tersebut. Jangan sampai karena banyak organisasi, apalagi punya pekerjaan sampingan atau bisnis online kalian tidak memperhatikan urusan akademik ya, karena IPK itu juga menjadi persyaratan untuk menjadi seorang mawapres!

8. Asah skill kalian dengan ikut berbagai kompetisi, konferensi atau student exchange

Ikuti kompetisi/konferensi yang sesuai dengan bakat kalian. Namun, poin penting yang perlu di ingat adalah kalian jangan hanya mencari sertifikat. Bisa di ibaratkan sertifikat dan piagam itu hanya bonus kalian. Melalui kompetisi itu kalian bisa menjalin kerjasama yang baik dengan para peserta lainnya. Kalian bisa menilai sejauh mana kemampuan kalkan dalam kompetisi tersebut. Jadikan event-event tersebut sebagai ajang silaturahim kawan baru. Selain itu, Jejaring ini bisa dirajut dengan mengikuti event: conference, kompetisi, training, simposium, diskusi dan sejenisnya. Sekali lagi Bangun Koneksi! Yang ini penting sekali. Perluas jaringan kamu di jejaring nasional, bahkan internasional!

9. Prinsip terus berbagi dan mindset yang berkembang dan terbuka

Berbagi tidak hanya melalui materi, bisa juga dengan berbagi ilmu dengan sesama. Bukan hanya orang yang pendidikannya di bawah jenjang pendidikanmu saat ini, Bahkan partner kamu bisa saja belum mendapatkan ilmu yang kamu miliki saat ini. Ilmu yang kamu punya tentu harus kamu bagikan juga. Sharing dengan ilmu yang kamu miliki, tentu akan bermanfaat bagi orang lain. Berbagi Ilmu akan membuat kamu terus mendapatkan ilmu-ilmu baru yang belum kamu pahami. Berbagi ilmu tidak serta merta menjadikanmu akan miskin ilmu justru ilmu kamu akan bertambah.

Terbuka atas saran dan kritikan. Tidak semua orang suka akan kritikan. Nah, rasa egois ini harus kamu hilangkan. Mengapa ? karena ciri-ciri orang maju adalah orang yang mampu menerima segala kritik dan saran yang ada pada dirinya. Mahasiswa yang mempunyai pola pikir maju, tentu akan aware terhadap masukan-masukan yang datang kepadanya. Ia akan bersedia menerima segala kritik yang ada pada dirinya. Tentu tak lain adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan dirinya.

10. Cari mentor yang tepat dan terbaik

Sehebat apapun seseorang pasti dia mempunyai seorang guru atau mentor. Untuk jadi mahasiswa berprestasi tentu kalian harus punya mentor. Cari yang sesuai dengan passion kalian, jikalau kalian passion di bidang KTI carilah mentor terbaik di bidang KTI, kalau bidang bisnis wirausaha kurang tepat. Mentor ini akan menuntunmu ke jalan yang tepat dan sharing pengalaman dengan kalian. Sehingga kalian tidak perlu harus merasakan kegagalannya. Tapi tidak berarti kamu tidak akan merasakan kegagalan karena kegagalan pasti akan selalu ada. Mentormu boleh lebih dari satu. Tapi sebaiknya kamu punya mentor sentral yang dapat menjadi penunjuk jalanmu. Dia bisa kakak kelasmu, orangtuamu, teman, atau bahkan dosenmu sendiri.

Yang jelas tidak ada sebuah kesuksesan yang bisa diraih dengan instan dan mudah, semua membutuhkan proses dan perjuangan. Namun apabila kalian mengerti tips trik dan persiapan yang lebih matang, akan memudahkan perjuangan kalian.

Mengapa kalian harus menjadi seorang mawapres? Setidaknya kalian akan terlatih akan 4C + 1N, critical thinking, creativity, communication, collaboration karena kalian bisa berkumpul dengan orang-orang hebat di mawapres. Yang jauh lebih penting yaitu 1N atau networking, karena kesuksesan sejatinya akan sulit bila diraih dengan sendiri, akan menjadi sebuah keuntungan apabila kalian bisa manajemen jaringan apabila menjadi mawapres, ini investasi jangka panjang untuk kesuksesan masa depan kalian!

 

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM)

Ketua Ikatan Mahasiswa Berprestasi UM 2018-2019

Penerima Manfaat BAKTI NUSA 9 Wilayah Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
Skip to toolbar